12 Macam Sholat Sunnah yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Sholat adalah salah satu rukun Islam yang paling penting, dan selain dari sholat wajib, terdapat pula sholat sunnah yang disyariatkan dalam Islam. Sholat sunnah ini memiliki berbagai macam jenis yang dapat dilakukan sesuai dengan waktu atau kondisi tertentu. Artikel ini akan membahas 12 macam sholat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi SAW beserta penjelasan dan tata cara singkat tentang masing-masing Sholat, Insya Allah.

1. Sholat Sunnah Rawatib

Sholat sunnah rawatib mengiringi sholat wajib lima waktu. Sholat ini sangat dianjurkan dan biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW. Terdiri dari 12 rakaat dalam sehari semalam.

Baca juga: Sejarah Palestina: Perjuangan dan Identitas Bangsa

Tata Cara Sholat Rawatib

Dalam hal tata cara pelaksanaannya, hampir tidak ada perbedaan dengan sholat pada umumnya, kecuali dalam masalah niat. Berikut adalah daftar waktu pelaksanaan shalat sunnah Rawatib:

  1. Empat rakaat sebelum Shalat Ashar.
  2. Empat rakaat sebelum dan empat rakaat setelah Shalat Zuhur.
  3. Dua rakaat sebelum dan dua rakaat setelah Shalat Maghrib.
  4. Dua rakaat sebelum dan dua rakaat setelah Shalat Isya’.
  5. Dua rakaat sebelum Shalat Subuh.

Dan di bawah merupakan detail masing-masing Sholat Rawatib:

Sholat Rawatib Ashar

Sholat Ashar memiliki empat rakaat sunnah Rawatib yang dilakukan sebelum sholat fardhu, sesuai dengan hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam yang menyatakan bahwa Allah akan merahmati hamba-Nya yang melaksanakan empat rakaat sebelum Ashar.

Untuk sholat Rawatib empat rakaat ini, Anda dapat melakukannya dengan sekali salam atau dua kali salam (masing-masing dua rakaat). Niat sholatnya adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal ‘ashri arba’a rakaatin qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah Ashar empat rakaat karena Allah ta’ala.”

Sholat Rawatib Zuhur

Sholat Zuhur melibatkan empat rakaat sebelum dan empat rakaat setelah sholat fardhu. Hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa siapa pun yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya akan diharamkan masuk neraka.

Niat sholat Rawatib sebelum Dzuhur adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ الظهرِ رَكْعَتَيْنِ (أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ) قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadzh dzhuhri rak’ataini (arba’a raka’aatin) qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat (atau empat rakaat) sebelum Dzuhur karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat Rawatib setelah Dzuhur adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadzh dzhuhri rak’ataini ba’diyatan lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat setelah Dzuhur karena Allah Ta’ala.”

Sholat Rawatib Maghrib

Sholat Maghrib mencakup dua kali sholat sunnah Rawatib, yaitu qabliyah dan ba’diyah, masing-masing terdiri dari dua rakaat. Hadits menyebutkan bahwa di antara dua adzan (adzan dan iqamah), ada kesunnahan untuk melaksanakan sholat bagi yang berminat.

Niat sholatnya adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah/ba’diyah Maghrib dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Sholat Rawatib Isya’

Sholat Isya’ juga memiliki dua waktu sunnah Rawatib, qabliyah dan ba’diyah, masing-masing terdiri dari dua rakaat. Dalilnya adalah pengakuan seorang sahabat yang menyatakan bahwa dia pernah sholat dua rakaat setelah Isya’ bersama Nabi shalallahu alaihi wasallam.

Niat sholatnya adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْن قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal isyaa’i rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah/ba’diyah Isya’ dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Sholat Rawatib Subuh

Sholat Subuh, walau hanya terdiri dari dua rakaat sebelum sholat fardhu (sunnah qabliyah), memiliki keutamaan istimewa. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa dua rakaat sholat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.

Niat sh0latnya dapat bervariasi, tergantung pada istilah yang Anda pilih, seperti sunnah qabliyah subuh, sunnah fajar, sunnah barad (dingin), atau sunnah wustha (tengah).

Niat sholatnya adalah:

أَصَلَّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatash shubhi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya sholat sunnah qabliyah subuh dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Sholat Witir

Sholat witir dilakukan setelah sholat Isya sebagai penutup rangkaian sholat di malam hari. Biasanya terdiri dari tiga rakaat, tetapi dapat lebih.

Tata Cara Shalat Witir dan Doa Setelahnya

Shalat witir adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Tata cara pelaksanaannya hampir sama dengan shalat pada umumnya, kecuali dalam hal niat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Niat Shalat Witir: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat witir sebagaimana yang diajarkan dalam tautan berikut.
  2. Takbiratul Ihram: Setelah niat, ucapkan takbiratul ihram untuk memulai shalat witir.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Bacalah surat Al-Fatihah seperti biasa dalam setiap rakaat shalat.
  4. Surat Al-A’laa: Setelah Al-Fatihah, bacalah surat Al-A’laa.
  5. Rukuk: Melakukan rukuk seperti dalam shalat biasa.
  6. I’tidal: Bangkit dari rukuk dan berdiri tegak.
  7. Sujud Pertama: Sujud pertama seperti dalam shalat biasa.
  8. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak di antara dua sujud.
  9. Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua seperti biasa.
  10. Berdiri dan Masuk Rakaat Kedua: Bangkit dari sujud kedua dan masuk ke dalam rakaat kedua.
  11. Membaca Surat Al-Kafirun: Setelah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun.
  12. Rukuk: Rukuk kembali seperti dalam shalat biasa.
  13. I’tidal: Bangkit dari rukuk dan berdiri tegak.
  14. Sujud Pertama: Melakukan sujud pertama seperti biasa.
  15. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak di antara dua sujud.
  16. Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua seperti biasa.
  17. Duduk Tasyahud Akhir: Duduk untuk tasyahud akhir sebelum salam.
  18. Salam: Selesaikan shalat witir dengan salam seperti biasa.

Setelah salam terakhir, lanjutkan dengan membaca doa. Doa setelah shalat witir memiliki dzikir yang sangat dianjurkan:

Subhanal Malikil Quddus: Artinya, “Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.” Bacalah dzikir ini sebanyak 3 kali, dan pada bacaan yang ketiga, dianjurkan untuk lebih mengeraskan suara.

Setelah itu, bacalah doa berikut:

“سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ)”

Artinya, “Mahasuci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. ‘Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.'”

Doa ini merupakan bagian penting dari shalat witir dan sangat dianjurkan untuk dibaca. Bacalah doa ini dengan khusyuk dan tulus hati setelah menyelesaikan shalat witir Anda. Semoga shalat witir Anda diterima oleh Allah SWT.

3. Sholat Tahajud

Sholat tahajud dikerjakan di akhir waktu malam setelah tidur terlebih dahulu. Minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan satu salam di tiap dua rakaatnya.

Baca juga: Pandangan Islam tentang Mimpi: Arti, Sumber, dan Etika

Tata Cara, Niat, dan Doa Shalat Tahajud

Shalat Tahajud dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut, serupa dengan shalat-shalat sunnah lainnya, terdiri dari dua rakaat dengan salam sebagai berikut:

  1. Niat Shalat Tahajud: Diawali dengan mengucapkan niat shalat Tahajud dalam hati, bersamaan dengan takbiratul ihram:
    “أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى”
    Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
    Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”
  2. Takbiratul Ihram: Mulai shalat dengan mengucapkan takbiratul ihram.
  3. Pelaksanaan Shalat: Melaksanakan shalat sebagaimana biasa, dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek dalam rakaat-rakaat.
  4. Selesai Shalat: Setelah selesai dua rakaat shalat Tahajud atau setelah salam, bacalah doa berikut:
    “اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”
    Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ‘atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
    Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca dengan khusyuk dan tulus hati setelah menyelesaikan shalat Tahajud Anda. Semoga shalat Tahajud Anda diterima oleh Allah SWT.

4. Sholat Tarawih

Sholat tarawih dilakukan pada bulan Ramadhan setelah sholat Isya. Jumlah rakaatnya bisa delapan atau 20, tergantung pada tradisi masing-masing.

Tata Cara Shalat Tarawih

Berikut adalah tata cara shalat tarawih yang harus diikuti dengan seksama:

  1. Niat Shalat Tarawih: Jika Anda menjadi imam shalat tarawih, bacalah niat berikut:”أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى”
    Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

    Dan jika Anda menjadi makmum, bacalah niat berikut:

    “أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى”Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

    Jika Anda shalat tarawih sendiri, gunakan niat berikut:

    “أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى”

    (Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.)

  2. Rakaat Pertama:
    • Takbiratul Ihram dan sambil memasang niat di dalam hati.
    • Membaca surat Al-Fatihah.
    • Membaca satu surat pendek atau satu ayat yang dapat dipahami.
    • Rukuk dengan khusyuk, diikuti dengan membaca tasbih rukuk satu kali.
    • Itidal dengan khusyuk, diikuti dengan membaca doa itidal.
    • Sujud pertama dengan khusyuk, diikuti dengan membaca tasbih sujud satu kali.
    • Duduk di antara dua sujud dengan khusyuk, diikuti dengan membaca doa duduk di antara dua sujud.
    • Sujud kedua dengan khusyuk, diikuti dengan membaca tasbih sujud satu kali.
    • Duduk istirahat sejenak, sambil membaca tasbih atau subhānallāh satu kali, sebelum bangun.
  3. Rakaat Kedua:
    • Lakukan langkah-langkah yang sama seperti pada rakaat pertama (dari poin 2 sampai 13).
  4. Tasyahud Akhir:
    • Duduk tasyahud (tawarruk atau duduk di atas pantat kiri dengan memasukkan kaki kiri ke kanan).
    • Membaca tasyahud atau kalimat syahadat.
    • Membaca shalawat Nabi.
    • Membaca salam pertama sambil menoleh ke kanan.
    • Membaca salam kedua sambil menoleh ke kiri.
  5. Pengulangan:
    • Setelah dua rakaat selesai, ulangi sesuai panduan di atas sampai mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, biasanya hingga 20 rakaat.

5. Sholat Dhuha

Sholat dhuha dilakukan di pagi hari sejak matahari naik hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Jumlah rakaatnya minimal dua dan maksimal 12 dengan satu salam di tiap dua rakaatnya.

Tata Cara, Niat, dan Doa Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah salah satu ibadah malam yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berikut adalah tata cara, niat, dan doa untuk melaksanakan Shalat Dhuha:

  1. Niat di Dalam Hati: Sebelum memulai Shalat Dhuha, niatkan ibadah ini di dalam hati Anda bersamaan dengan takbiratul Ihrâm. Anda dapat menggunakan niat shalat Dhuha sebagai berikut:”أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى”(Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.)Artinya, “Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
  2. Pelaksanaan Shalat: Selanjutnya, laksanakan gerakan dan bacaan shalat seperti biasa sampai salam setelah dua rakaat.

Doa-Doa Setelah Shalat Dhuha

Setelah menyelesaikan Shalat Tahajud, bacalah beberapa doa sebagai berikut:

  1. Doa Pertama:”اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.”
    Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
  2. Doa Kedua:
    “اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ.”
    Artinya, “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”
  3. Doa Ketiga (Dibaca sebanyak 40 atau 100 kali):
    “رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.”
    Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”

6. Sholat Tahiyyatul Masjid

Sholat ini dianjurkan setiap kali masuk masjid sebelum duduk. Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah yang terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan ketika memasuki masjid. Tata caranya hampir sama dengan sholat sunnah lainnya, tetapi perlu diperhatikan bahwa sholat ini harus dilakukan di dalam masjid.

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

  1. Niat
    Niatkan sholat Tahiyatul Masjid di dalam hati dengan membaca:
    “أُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى”
    Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok’ataini lillaahi ta’aalaa
    Artinya, “Aku berniat sholat sunnat tahiyyatul masjid karena Allah ta’ala.”
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca Surat dalam Al-Qur’an (Disarankan untuk membaca Surat Al-Kafirun).
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud Pertama
  8. Duduk di Antara Dua Sujud
  9. Sujud Kedua
  10. Bangkit dan Melaksanakan Rakaat Kedua (Disarankan membaca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah).
  11. Tasyahud Akhir
  12. Salam

7. Sholat Istikharah

Sholat istikharah dilakukan ketika seseorang bimbang memilih antara dua pilihan. Dilakukan dengan dua rakaat dan diikuti dengan doa istikharah.

Tata Cara Shalat Istikharah dan Doa

Shalat Istikharah adalah suatu bentuk doa dan ibadah yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan penting. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melaksanakan Shalat Istikharah:

  1. Niat
    Niatkan Shalat Istikharah di dalam hati dengan membaca:
    “أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى”
    Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâArtinya, “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”
  2. Takbiratul Ihram
  3. Bacaan Surat dalam Shalat
    Pada rakaat pertama, bacalah Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun.Pada rakaat kedua, bacalah Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.
  4. Rukuk
  5. I’tidal
  6. Sujud Pertama
  7. Duduk di Antara Dua Sujud
  8. Sujud Kedua
  9. Bangkit dan Melaksanakan Rakaat Kedua
    Setelah membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua, disarankan untuk membaca Surat Al-Ikhlas.
  10. Tasyahud Akhir
  11. Salam

Doa Setelah Shalat Istikharah

Setelah menyelesaikan Shalat Istikharah, bacalah doa berikut:

“Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.”

Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik dengan ilmu-Mu, dan aku meminta kekuatan dengan kekuasaan-Mu. Aku meminta karunia dari-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Menentukan sedangkan aku tidak mampu. Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, dunia dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, berkahilah, dan mudahkanlah jalannya. Kemudian, jadikanlah itu baik bagiku di mana pun ia berada. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan semoga salam dan keberkahan tetap tercurah kepada Nabi Muhammad. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa ini adalah cara untuk meminta panduan dari Allah dalam mengambil keputusan. Setelah berdoa, perhatikan tanda-tanda atau petunjuk yang Allah berikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika sesuatu menjadi mudah dan terasa baik, itu bisa menjadi jawaban dari Allah. Sebaliknya, jika Anda merasa terhalang dan mendapati tanda-tanda negatif, itu juga bisa menjadi petunjuk dari Allah untuk menjauhi sesuatu. Ingatlah bahwa Allah adalah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dalam memberikan petunjuk kepada hamba-Nya. Semoga keputusan Anda selalu dalam kebaikan.

8. Sholat Hajat

Sholat hajat dilakukan saat seseorang memiliki kebutuhan atau permintaan kepada Allah SWT. Bisa dilakukan kapan saja.

9. Sholat Tobat

Sholat tobat dilakukan oleh mereka yang ingin memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Terdiri dari dua rakaat.

10. Sholat Dua Gerhana

Dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan. Terdiri dari dua rakaat dengan doa-doa khusus.

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq: Cahaya Kesetiaan dalam Masa Kegelapan

11. Sholat Istisqa

Sholat istisqa dilakukan untuk memohon hujan ketika musim kemarau. Terdiri dari dua rakaat.

12. Sholat Dua Hari Raya

Sholat ini hanya dilakukan pada dua waktu setiap tahun, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Terdiri dari dua rakaat dengan khutbah setelahnya.

Dengan mengamalkan sholat sunnah-sunnah ini, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga panduan ini membantu Anda dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kembali ke beranda

Referensi:

  1. nu.or.id
  2. muhammadiyah.or.id
  3. detik.com
  4. rumaysho.com

 

Kategori Terkait

Puasa Nisfu Syaban: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Other

Admin

Puasa Nisfu Syaban: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

4 Keutamaan Surah Al-Waqiah dan Amalan yang Membawa Berkah

Other

Admin

4 Keutamaan Surah Al-Waqiah dan Amalan yang Membawa Berkah

Makna Rukun Iman dan Rukun Islam: Dasar Utama dalam Agama Islam

Other

Admin

Makna Rukun Iman dan Rukun Islam: Dasar Utama dalam Agama Islam

Pandangan Islam tentang Mimpi: Arti, Sumber, dan Etika

Other

Admin

Pandangan Islam tentang Mimpi: Arti, Sumber, dan Etika

Seorang Muslim yang Tetap Sederhana

Seorang Muslim yang Tetap Sederhana

Other

Agie Faishal

Seorang Muslim yang Tetap Sederhana

Seorang Muslim yang Tetap Sederhana

Mabol Indonesia

Other

Agie Faishal

Idealism and perfectionism are my desire

© Copyright by AgieFaishal

0

Tunggu sebentar…

Scroll to Top